TUGAS ARTIKEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TUGAS
ARTIKEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Peran Sistem
Informasi Manajemen Berbasis Komputer Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di
Lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau
Disusun
Oleh :
SHINDY DIANA
FITRIYANI (43117010044)
Dosen
Pengampu :
Prof. Dr. H.
Hapzi Ali, Ir, Pre-MSc, CMA, MM, MPM
Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis
Universitas
Mercu Buana
Jakarta
2019
Peran Sistem
Informasi Manajemen Berbasis Komputer Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di
Lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau
Abstrak
Artikel ini
membahas tentang implementasi sistem informasi manajemen dalam memberikan
pelayanan publik di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau, dengan fokus
mengenai peranan sistem informasi manajemen berbasis komputer. Artikel ini
beragumen bahwa faktor utama yang menghambat implementasi SIM berbasis komputer
di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau adalah masih minimnya kemampuan dan
keterampilan para pegawai dalam mengoperasikan sistem-sistem komputer serta
terbatasnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan dunia internet dalam
proses penyampaian sebuah informasi yang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten
Berau.
Kata Kunci : peran, sistem informasi
manajemen, pelayanan publik.
Pendahuluan
Perkembangan yang mencolok
selama dasawarsa menjelang dimulainya abad ke-21 ditandai dengan semakin
pentingnya informasi dan pengolahan data di dalam banyak aspek kehidupan
manusia. Perkembangan teknologi informasi sangat berperan dalam menunjang
kegiatan-kegiatan organisasi, oleh sebab itu banyak organisasi modern membangun
dan mengembangkan sistem informasi manajemennya sendiri. Sistem informasi
manajemen tersebut bukanlah sesuatu yang baru hadir dalam kehidupan manusia
khususnya dalam kegiatan-kegiatan manajemen pada sebuah organisasi. Sejak dulu,
SIM tersebut sebenarnya sudah dikenal sejak dulu namun proses penanganannya
masih menggunakan sistem manual. Sedangkan pada saat ini proses penanganan SIM
tersebut sudah memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yaitu
dengan menggunakan sistem komputerisasi ataupun peratalan lainnya yang
bermuatan teknologi tinggi.
Walaupun sudah puluhan
tahun dikenal di Indonesia, namun implementasi sistem informasi manajemen di
kantor-kantor pemerintahan relatif masih rendah jika dibandingkan dengan
implementasi SIM yang ada pada perusahaan- perusahaan swasta. Hal ini
disebabkan karena adanya hambatan di dalam birokrasi, yaitu mulai dari
undang-undang, kebijakan pemerintah pusat/ daerah, sampai pada organisasi dan
tata kerja yang tidak mudah untuk diubah/ disempurnakan, serta keterbatasan
sarana dan prasarana untuk mendorong implementasi SIM tersebut. Hadwi Sandjojo
(2008) juga mengutarakan tentang rendahnya implementasi SIM di
instansi-instansi pemerintahan disebabkan antara lain karena:
1. Belum adanya satuan kerja
yang secara structural bertanggung jawab dalam pembangunan sistem informasi
2. Keterbatasan di dalam
penguasaan sistem informasi
3. Sistem informasi
dilaksanakan secara mandiri di masing-masing satuan kerja
4. Keterbatasan kemampuan SDM
untuk pengelolaan sistem informasi.
Penerapan sistem informasi
manajemen akan membantu aparat pemerintahan dalam melaksanakan pekerjaannya
ketika memberikan pelayanan kepada pihak masyarakat dengan mengurangi
keterbatasan yang dimilikinya, sebagai contoh pengajuan perizinan, pembuatan
KTP dan surat izin mengemudi. Selain hal tersebut, penggunaan SIM berbasis
computer juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam memberikan
pelayanan publik. Loudon (1991), menyatakan bahwa dengan menggunakan pendekatan
secara teknis dapat diketahui bahwa pelaksanaan SIM yang baik memerlukan
koordinasi dari tiga komponen utama sistem informasi yaitu manusia, teknologi
dan organisasi.
Sesuai dengan Inpres Nomor
3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional, pengembangan sistem
informasi manajemen yang telah dirancang belum mampu memberikan pelayanan dan
kepuasan kepada masyarakat secara optimal. Penggunaan komputerisasi hanya
dipandang untuk mempercepat tanpa memberi dimensi baru yang menjanjikan dari
sistem informasi, belum dirasakan sebagai penyelamat bagi suatu organisasi
pemerintahan (Lewin, 1997:174).
Artikel ini menyoroti
Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer dengan berfokus pada peranan
sistem informasi manajemen berbasis komputer, yaitu peran SIM sebagai pendukung
kegiatan operasional, penunjang kinerja organisasi, pendukung dalam pengambilan
keputusan dan penyalur informasi. Artikel ini beragumen mengenai
dukungan-dukungan/ peranan SIM yang diterapkan di lingkungan Kantor Bupati
Kabupaten Berau, serta faktor utama yang menghambat proses implementasi SIM
tersebut.
Artikel ini memakai
data-data dari penelitian lapangan yang penulis lakukan. Data-data yang
dikumpulkan selama kurang lebih 2(dua) minggu, dianalisis dengan analisis
kualitatif. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara
terhadap informan serta pengamatan secara langsung di lapangan. Agar analisis ini memiliki
pijakan teoritis, pada bagian berikutnya akan dibahas terlebih dahulu keragka
dasar teori sebelum memfokuskan pembahasan tentang peranan sistem informasi
manajemen berbasis komputer tersebut. Adapun peranan sistem informasi manajemen
berbasis computer tersebut akan dicoba untuk dipaparkan.
Kerangka
Dasar Teori
Sistem
Informasi
Sistem informasi merupakan
suatu kegiatan pengumpulan data mentah yang kemudian diolah menjadi sebuah
informasi yang dapat bermanfaat bagi para pemakainya. Informasi-informasi yang
dihasilkan biasanya sangat dibutuhkan seseorang sebagai bahan pertimbangan
sebelum membuat atau mengambil sebuah keputusan/ kebijakan tertentu. Hingga
saat ini sistem informasi memiliki beraneka ragam definisi dari masing-masing
pakar diantaranya menurut Gelinas Pram dan Wiggins (1990), sistem informasi
adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan
komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan
dan mengoah serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai.
Selanjutnya, Alter (1991) mengatakan bahwa sistem informasi adalah kombinasi
antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Pendapat lain mengatakan
sistem informasi merupakan kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang
dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang bermanfaat
( Bornar dan Hopwood : 1993). Kemudian Hall (2001) mengutarakan pendapatnya
bahwa sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data
dikelompokkan, diproses menjadi sebuah informasi yang berguna dan kemudian
didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Dari pendapat-pendapat
tersebut, pada umumnya memiliki pengertian yang serupa tentang sistem informasi
yaitu sebuah sistem yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah sebuah data.
Secara umum sistem informasi memiliki
3 (tiga) unsur atau kegiatan utama sebagaimana yang dikemukakan oleh Edhy
Sutanta (2003 : 33), yaitu:
1. Menerima data sebagai
masukan (input)
2. Memproses data dengan
melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan
lain-lain
3. Memperoleh informasi
sebagai keluaran (output).
Ketiga unsur tersebut berlaku baik
untuk sistem informasi secara manual, elektromekanis maupun dengan sistem
computer, yang dapat digambarkan sebagai berikut, Selain 3 unsur-unsur
tersebut, sistem informasi juga terdiri dari komponen-komponen yang disebut
dengan Blok bangunan (building block) sebagaimana yang diutarakan oleh Tata
Sutabri dalam bukunya (Sistem Informasi Manajemen, 2003 : 42), yaitu :
1. Blok masukan (input
block), mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input yang dimaksud
termasuk metode dan media untuk menangkap data yang dimasukkan, yang dapat
berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok
model (model block), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis
data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok
keluaran (output block), produk dari sistem informasi adalah keluaran yang
merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna bagi semua
tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok
teknologi (technology block), teknologi digunakan untuk menerima input,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Blok
basis data (database block), basis data merupakan kumpulan data yang saling
berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras
computer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6. Blok
kendali (control block), beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan
untuk meyakinkan bahwa data-data yang telah tersimpan sudah aman dan terhindar
dari hal-hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti dikarenakan bencana
alam, kebakaran, temperature, air, debu, kegagalan sistem tersebut, sabotase
dan lain sebagainya.
Sistem
Informasi Manajemen
Banyak organisasi yang
ingin membangun sistem informasi manajemennya sendiri dan telah menediakan dana
yang cukup besar, namun usaha tersebut seringkali gagal. Penyebabnya antara
lain struktur organisasi keseluruhan yang kurang wajar, rencana organisasi
keseluruhan yang belum memadai, personil sistem yang tidak
memadai dan yang terpenting adalah kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk
keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya
pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Kroenke (1989)
mengatakan sistem informasi manajemen merupakan pengembangan dan penggunan
sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi. Sedangkan menurut Stoner
(1996), sistem informasi manajemen merupakan metode formal yang menyediakan
informasi yang akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk memperoleh
pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan perencanaan,
operasi secara efektif dan pengendalian. Selanjutnya, Abdul Kadir (2002)
mengatakan bahwa sistem informasi manajemen adalah sistem informasi yang
digunakan untuk mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam
sebuah organisasi.
Tujuan
dibentuknya sistem informasi manajemen adalah agar organisasi memiliki
informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang
menyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Adapun kegunaan/ fungsi dari SIM itu sendiri sebagaimana yang dikemukakan oleh
Asri Siahaan (2009) yaitu :
1.
Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat
waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem
informasi
2.
Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam
memanfaatkan sistem informasi secara kritis
3.
Mengembangkan proses perencanaan yang efektif
4.
Mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan
pendukung sistem informasi
5.
Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem
informasi
6.
Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi
ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru
7.
Memperbaiki produktifitas dalam aplikasi pengembangan dan
pemeliharaan sistem.
Pelayanan
Publik
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa pelayanan sebagai usaha melayani
kebutuhan orang lain, sedangkan melayani adalah membantu menyiapkan/ mengurus
apa yang diperlukan seseorang. Ada banyak pengertian mengenai pelayanan menurut
para ahli diantaranya menurut Kotler (2000), pelayanan sebagai tindakan atau
perbuatan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya
bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak memiliki kepemilikan
sesuatu. Selanjutnya Lovelock, Patterson dan Walker (2004) mengemukakan bahwa
pelayanan merupakan sebuah sistem yang terdiri atas dua komponen utama yaitu
operasi jasa (service operation) dan penyampaian jasa (delivery service) yang
diberikan kepada pelanggan (customer). Ada 3 (tiga) bentuk pelayanan yang
diutarakan oleh Moenir (1992 : 191), yaitu :
1.
Pelayanan dengan lisan, pelayanan dengan lisan ini
dilakukan oleh petugas bidang-bidang hubungan masyarakat, bidang layanan
informasi dan bidang- bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau
keterangan kepada masyarakat mengenai berbagai fasilitas layanan yang tersedia.
2.
Pelayanan melalui tulisan, dalam bentuk tulisan, layanan
yang diberikan dapat berupa penjelasan kepada masyarakat dengan penerangannya
berupa tulisan suatu informasi mengenai hal atau masalah yang sering terjadi.
3.
Pelayanan dalam bentuk perbuatan, adalah pelayanan yang
diberikan dalam bentuk perbuatan atau hasil perbuatan, bukan sekedar
kesanggupan dalam penjelasan secara lisan.
Berdasarkan UU
Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, menyatakan bahwa pelayanan publik
adalah kegiatan atau dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang,
jasa dan/ atau pelayanan administrative yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik. Selanjutnya, menurut Thaha (1994) pelayanan publik adalah
suatu kegiatan yang harus mendahulukan kepentingan umum, mempermudah urusan
publik, mempersingkat waktu pelayanan serta memberikan kepuasan kepada publik.
Kurniawan (2006
: 25) mengatakan pelayanan publik merupakan pemberian layanan (melayani)
keperluan masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai
dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Dan menurut Soetopo
(2007 : 164) pelayanan publik adalah suatu usaha untuk membantu menyiapkan
(mengurus) apa yang diperlukan orang lain.
Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor 63/Kep/M.PAN/7/2003, pelayanan publik dibagi berdasarkan
3 (tiga) kelompok, yaitu :
1.
Kelompok Pelayanan Administratif, yaitu bentuk pelayanan
yang menghasilkan berbagai macam dokumen resmi yang dibutuhkan masyarakat/
publik
2.
Kelompok Pelayanan Barang, yaitu pelayanan yang
menghasilkan berbagai bentuk/ jenis barang yang ingin digunakan publik
3.
Kelompok Pelayanan Jasa, yaitu pelayanan yang
menghasilkan berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan publik.
Peranan
Sistem Informasi Manajemen di Kantor Bupati Kabupaten Berau
Sebagai
Pendukung Kegiatan Operasional
Setiap
organisasi pemerintahan harus mampu mengidentifikasi operasi- operasi atau
akatifitas yang terkait dengan aspek penting lingkungan sejalan dengan
kebijakan, tujuan serta sasaran. Selain itu, organisasi pemerintahan juga harus
mampu merencanakan serta mengendalikan operasi-operasi tersebut. Untuk dapat
melaksanakan dan mengendalikan kegiatan operasional pada ruang lingkup kerja di
lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau, sistem informasi manajemen sangat
diperlukan bagi setiap bagian-bagian yang ada di lingkungan Kantor Bupati Kab.
Berau, sebagai contoh dalam hal penyusunan dan pencetakan laporan-laporan
kegiatan ataupun transaksi-transaksi yang dilakukan dengan menerapkan SIM
berbasis komputer dengan tujuan untuk menciptakan adanya penghematan baik waktu
maupun tenaga para pegawai.
Hal ini tentu
akan berbeda dengan kegiatan penyusunan laporan yang masih dikerjakan dengan
sistem manual, dimana proses penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang lebih
lama serta tenaga yang lebih besar. Selain itu, data-data yang telah diolah pun
masih memungkinkan untuk tercecer atau hilang dan sebagainya. Berdasarkan hal
tersebut maka SIM berbasis komputer sudah seharusnya diterapkan dalam segala
macam bentuk pelaksanaan operasional di instansi-instansi pemerintahan.
Penerapan sistem informasi manajemen berbasis komputer pada dasarnya sangat
memudahkan para pegawai untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas ataupun
pekerjaannya tanpa harus membutuhkan waktu yang lama, biaya serta tenaga yang
besar.
salah satu
contoh penyajian laporan rutin mengenai anggaran Setda. Kabupaten Berau yang
diolah dengan mengaplikasikan sistem informasi manajemen berbasis komputer,
dimana laporan tersebut disajikan secara rapi dan rinci dengan adanya bantuan
sistem komputer yang digunakan. Namun, bukan berarti setiap data yang diolah
dan disimpan dengan menggunakan perangkat keras atau media penyimpanan pada
sistem komputer sudah terjamin kemanannya, karena setiap file yang telah
disimpan masih dapat terkena virus yang terdapat pada sistem komputer tersebut
apabila tidak didukung dengan sistem proteksi yang baik. Hanya saja kemungkinan
untuk tercecer itu lebih kecil dibandingkan dengan pengolahan dan penyimpanan
data yang dilakukan secara manual.
Sebagai
Penunjang Kinerja Organisasi
Sistem informasi
manajemen berbasis komputer sangat berperan penting dalam hal menciptakan
kualitas dak kinerja yang baik bagi para pegawai di lingkungan Kantor Bupati
Kabupaten Berau, hal ini terbukti sejak diterapkannya sistem informasi
manajemen berbasis komputer dalam setiap pelaksanaan tugas- tugas para pegawai
di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau langsung dihadapkan dengan sistem
komputer. Sehingga setiap tugas-tugas para pegawai dapat dilaksanakan dengan
lebih mudah dan lebih cepat terselesaikan tanpa memerlukan jarak waktu yang
lama dengan jumlah pekerjaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan
pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan sistem manual. Tidak hanya dari
segi waktu, dari segi kuota atau banyaknya jumlah tugas-tugas yang diberikan
pun bisa terselesaikan dengan cepat dan lebih teliti.
Satu contoh
dalam kegiatan pengolahan data-data calon penerima beasiswa. Ketika data-data
atau berkas tersebut masih diolah dengan menggunakan sistem manual hanya mampu
terselesaikan 10 berkas calon penerima beasiswa per harinya, sedangkan jika
diolah dengan menggunakan sistem komputer berkas tersebut bisa diselesaikan
mencapai 20-30 berkas per harinya. Dari bentuk contoh tersebut, terlihat jelas
bahwa dengan menerapkan sistem informasi manajemen berbasis komputer mampu
menciptakan adanya peningktakan kinerja para pegawai yang ada di lingkungan
Kantor Bupati Kabupaten Berau.
memberikan
gambaran tentang manfaat yang dihasilkan dengan menggunakan sistem informasi
manajemen dibandingkan dengan yang masih menggunakan sistem manual khususnya
dalam hal pengolahan data-data atau penataan berkas-berkas yang dikerjakan para
pegawai Kantor Bupati Kabupaten Berau. Pada umumnya implementasi sistem
informasi manajemen berbasis komputer belum sepenuhnya dilaksanakan secara
efektif, meskipun ada beberapa pekerjaan para pegawai yang telah mulai
dilaksanakan dengan mengaplikasikan SIM berbasis komputer tersebut. Hal ini
disebabkan masih rendahnya tingkat kesadaran dari para pegawai dalam melakukan
penataan ulang terhadap berkas-berkas yang diolah, sehingga berkas-berkas tersebut
masih ada yang bercampur dan tidak urut berdasarkan tahun, jenis berkas dan
lain sebagainya dalam proses penyimpanannya.
Sebagai
Pendukung dalam Pengambilan Keputusan
Nilai suatu
informasi berhubungan erat dengan keputusan, dimana bila tidak ada pilihan atau
keputusan maka sebuah informasi tidak akan diperlukan. Keputusan dapat berkisar
dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka
panjang. Sedangkan parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi dapat
ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost) menurut
Wahyono (2003). Suatu informasi diatakan bernilai apabila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar
informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi
dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Dalam hal ini untuk dapat menghasilkan
sebuah informasi yang berkualitas dan cepat maka yang dibutuhkan adalah sistem
pengolahan informasi yang baik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti
saat ini yaitu salah satunya dengan mengaplikasikan sistem informasi manajemen
berbasis komputer.
Dalam sebuah
organisasi/ instansi pemerintahan setiap elemen-elemen yang ada sangat dituntut
untuk dapat memanfaatkan komputer dalam menerapkan SIM. Apabila elemen-elemen
tersebut dapat memanfaatkan komputer dalam implementasi SIM-nya, maka baik
staff maupun Kabag, Kasubbag dan yang lainnya yang berada di lingkungan Kantor
Bupati Kabupaten Berau dapat memperoleh sebuah informasi yang bermutu, bernilai
dan berkualitas yaitu informasi yang relevan bagi instansi tersebut, yang
akurat dan tentu saja informasi yang tepat waktu dan tidak kadaluarsa sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan untuk memecahkan setiap permasalahan yang
dihadapinya dalam proses pencapaian sasarannya khususnya dalam proses pemberian
layanan kepada pihak masyarakat.
SIM berbasis
komputer memiliki peranan penting bagi setiap atasan dalam sebuah instansi
pemerintahan khususnya di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau dalam
langkah pembuatan keputusan agar proses pemebrian layanan kepada pihak
masyarakat dapat tercapai secara maksimal. Salah satu bentuk sebuah keputusan
yang telah dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Berau berdasarkan sebuah informasi
yang akurat yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 14 Tahun 2007 Tentang
Retribusi Izin Peredaran Hewan Ternak. Pembuatan keputusan semacam ini
ditujukan untuk melakukan pengendalian terhadap kegiatan penjualan dan
pembelian hewan ternak baik dari luar daerah mapun dari dalam daerah. Suatu kebijakan
semacam ini tentu akan bertentangan dengan keadaan sebenarnya di lapangan
apabila kebijakan tersebut dibuat tanpa berdasarkan informasi yang akurat,
sehingga banyak pihak yang akan dirugikan baik bagi masyarakat luas maupun dari
pihak pemerintah itu sendiri.
Sebagai
Penyalur Informasi dengan Cepat
Seiring dengan
kemajuan teknologi informasi, hamper setiap lembaga- lembaga dan
instansi-instansi pemerintahan di Kabupaten Berau pun telah mulai menerapkan
sistem informasi manajemen berbasis komputer dalam setiap kegiatan
operasionalnya guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten
Berau. Demikian pula halnya dengan Kantor Bupati Kabupaten Berau, sudah mulai
mengaplikasikan SIM berbasis komputer tersebut dalam setiap tugas dan kegiatannya
di segala bidang dengan tujuan agar mereka mampu menyajikan serta menyalurkan
sebuah informasi dengan cepat dan akurat sebagaimana yang dibutuhkan
masyarakatnya selama ini. Saat ini sistem informasi manajemen berbasis komputer
juga telah dihubungkan dunia internet yang sering dikenal dengan website,
website ini juga sangat diperlukan dalam menyalurkan sebuah informasi dengan
cepat. Dengan adanya media internet ini (website) ini, seluruh lapisan
masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dengan melalui dunia internet
sebagai pemanfaatan kemajuan teknologi informasi.
Selain dengan
menggunakan media komputer, masyarakat juga bisa memanfaatkan kemajuan
teknologi saat ini dengan menggunakan telepon seluler (handphone) yang
dilengkapi dengan fitur dan aplikasi browser-nya sehingga mereka bisa mengakses
sebuah informasi yang mereka butuhkan kapanpun dan dimanapun mereka mau. Bukan
hanya itu, pihak Pemerintah Kabupaten Berau juga berupaya mengikuti
perkembangan dunia internet agar terus dapat menyajikan sebuah informasi yang
berguna bagi masyarakat dengan cepat melalui situs-situs jejaring social
seperti Facebook dan Twitter. Hal ini dilakukan karena mengingat kedua situs
tersebut merupakan jejaring social yang paling diminati oleh masyarakat
Kabupaten Berau.
merupakan salah
satu portal resmi yang disediakan pihak Pemerintah Kabupaten Berau dalam rangka
menyajikan, menyalurkan atau menyampaikan sebuah informasi bagi masyarakat yang
membutuhkannya. Sistem informasi semacam ini memiliki banyak manfaat bagi keberlangsungan
instansi- instansi atau lembaga-lembaga pemerintah salah satunya dalam
pemberian layanan informasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Ada berbagai
macam cara yang dilakukan pihak Pemerintah untuk dapat mendistribusikan sebuah
informasi kepada pihak masyarakat yaitu salah satunya dengan menerapkan sistem
informasi manajemen berbasis komputer yang dihubungkan dengan internet
(interconnected networking) seperti yang terdapat pada gambar 2 di atas atau
yang lebih kita kenal dengan istilah SIMWEB (sistem informasi manajemen
berbasis website).
Namun, pada
implementasinya ternyata SIM berbasis komputer tersebut belum dapat diterapkan
secara maksimal, hal ini disebabkan masih kurang giatnya pihak masyarakat untuk
mendapatkan sebuah informasi dengan mengakses portal- portal yang telah
disediakan oleh pemerintah. Selain itu masih kurangnya pemahaman sebagian
masyarakat akan penggunaan sistem informasi manajemen berbasis website
tersebut. Hal inilah yang merupakan salah satu penghambat yang dialami pihak
pemerintah dalam mengimplementasikan sistem informasi manajemen tersebut.
Kesimpulan
Implementasi
sistem informasi manajemen berbasis komputer di lingkungan Kantor Bupati
Kabupaten Berau merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau
dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pihak masyarakat khususna dalam
hal memberikan informasi yang bermanfaat yang dibutuhkan pihak masyarakat.
Sistem informasi
manajemen memiliki peranan penting dalam keberlangsungan instansi-instansi pemerintahan
khususnya di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau dalam menyajikan hingga
pada proses penyaluran sebuah informasi. Sistem informasi manajemen mampu
menciptakan penghematan dalam setiap kegiatan operasional yang dilakukan pihak
pemerintah baik dari segi waktu, biaya serta tenaga para pegawainya. Dengan
adanya sistem informasi manajemen juga merupakan salah satu upaya yang efektif
dalam rangka meningkatkan kinerja para pegawai di lingkungan Kantor Bupati
Kabupaten Berau, karena setiap pegawai secara langsung berhadapan dengan sistem
komputer yang kemudian didukung dengan kemampuan dan keterampilan yang baik
pula dalam mengoperasikan sistem komputer. Selain itu pihak pemerintah juga
dapat dengan mudah dan lebih cepat dalam mendistribusikan sebuah informasi
kepada pihak masyarakat. Dan yang terpenting adalah sistem informasi manajemen
yang baik dapat menghasilkan sebuah informasi yang akurat, tepat dan cepat.
Faktor
penghambat dalam implementasi sistem informasi manajemen berbasis komputer di
lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Berau ini adalah masih terbatasnya kemampuan
dan keterampilan beberapa pihak pegawai dalam mengoperasikan sistem-sistem
komputer, sehingga pihak pemerintah harus lebih giat lagi memberikan pelatihan
dan pendidikan kepada setiap pegawainya yang belum menguasai kemampuan dan
keterampilan mengoperasikan sistem komputer dengan baik. Selain itu, masih
minimnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan kemajuan dunia internet juga
merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat proses implementasi sistem
informasi manajemen tersebut secara maksimal.(Firman,2013)
Daftar
Pustaka
Boediono. 2003. Kualitas Pelayanan
Publik. Sumatera Utara.
Firman, 2013, Peran Sistem Informasi
Manajemen dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Kantor Bupati Kabupaten Berau.
Skripsi. Samarinda : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unuversitas
Mulawarman
Ristiawan, Faiz. 2002. Pengaruh Sistem
Informasi Terhadap Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik. Surakarta.
Siagian, Sondang P. 2002. Sistem
Informasi Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara. Sutanta, Edhy. 2003. Sistem
Informasi Manajemen. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Umar, Husein. 1999. Sumber Daya Manusia
Dalam Organisasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Internet:
http://www.maziatul.com/2010/03/konflik-peran-role-conflict.html
http://blog.re.or.id/pengertian-sistem-informasi.htm
http://eprints.undip.ac.id/17986/1/JOHANNA_MUDJIATI.pdf
http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/06/pengertian-sistem-informasi-
manajemen.html
http://www.inovasi.net/index.php?file_id=20&class=news&act=read&news_i
d=43
https://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/02/Firman_Alandari_SIM_Berau_(02-20-13-02-59-57).pdf (Diakses pada tanggal 3 oktober 2019,Jam 15.00)

Comments
Post a Comment