kekuatan ekonomi dan sosioekonomi
BISNIS INTERNASIONAL
Dosen Pengampu : Hapzi, Prof. Dr. MM
Disusun oleh :
SHINDY DIANA F / 43117010044
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2019
KEKUATAN EKONOMI
DAN SOSIAL EKONOMI
Analisis Ekonomi
suatu Negara
Tujuan analisis
ekonomi suatu negara adalah untuk menilai wujud secara menyeluruh dari
perekonomian dan mengakses masa depan dan dampak perubahan ekonomi atas
perusahaan.
Poin-poin utama
tujuan analisa ekonomi:
·
Merencanakan dan pengendalian
kebijakan serta mengikuti perkembangan ekonomi terkini.
·
Mencari peluang pasar
·
Melihat daya beli dari tiap golongan
·
Menelaah GNP serta persentase
pengeluaran
·
Menentukan pendapat rumah tangga untuk
segmen golongan tertentu
·
Mengestimasi pendapatan perkapita
·
Memperhatikan pasar regional yang akan
memberikan dampak pada bisnis
Dimensi Ekonomi :
A. GDP : Gross
Domestic Product: Yaitu nilai total seluruh barang dan jasa yang diproduksi
secara domestik tidak termasuk pendapatan bersih dari Luar Negeri.
Catatan :
1.
Gross National Income : untuk melihat
daya beli
2.
Semakin tinggi GNI, semakin maju
negara tersebut. Namun perlu diperhatikan pula rata atau tidaknya distribusi
pendapatan tersebut.
3.
Pengusaha biasanya lebih menyukai yang
GDP-nya rendah dan pertumbuhan ekonominya tinggi.
B. Distribusi
pendapatan: Yaitu ukuran bagaimana pendapatan suatu bangsa terbagi diantara
rakyatnya.
Catatan :
1.
Biasanya distribusi pendapatan lebih
merata di negara maju
2.
Perbandingan dari waktu ke waktu,
redistribusi pendapatan berjalan lambat.
3.
Ketidakadilan pemerataan : Pendapatan
banyak terjadi di awal pertumbuhan. Namun akan terjadi kecenderungan sebaliknya
pada tahap kemudian.
C. Pengeluaran
konsumsi individu: Yaitu bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatan
disposable (pendapatan dikurangi pajak) dan discretionary (jumlah penghasilan
tersisa setelah membayar pajak dan membeli kebutuhan pokok).
Jumlah
discretionary income tersebut adalah uang yang dikeluarkan untuk produk
perusahaan; selain itu PPP juga dipakai untuk memahami bagaimana sebenarnya
daya beli suatu Negara, misalnya : makanan, pakaian, serta pengeluaran untuk
transportasi dan komunikasi; barang konsumen tahan lama; perawatan kesehatan
dan konsumsi lainnya.
D. Biaya buruh
per unit: Yaitu total biaya tenaga kerja langsung dibagi dengan unit yang
diproduksi. Bila unit labor cost lebih rendah dari yang sudah ada, akan menarik
karena Negara tersebut merupakan prospek investasi bagi perusahaan yang ingin
biaya produksi rendah; dan mungkin menjadi sumber persaingan baru di pasar
dunia apabila telah ada perusahaan lain dengan lokasi sama.
Alasan perubahan
relatif tingkat upah tenaga kerja:
a)
kompensasi
b)
produktivitas
c)
perubahan kurs
Dimensi
Sosioekonomi :
A. Populasi total
1.
Kepadatan penduduk, yaitu jumlah
penduduk per km²
2.
Persentase daratan, jumlah penduduk
(untuk melihat penduduk mata pencaharian tertentu)
3.
Distribusi populasi
B. Pemilikan
pribadi atas barang, konsumsi bahan dasar
Misalnya Energi
untuk kepemilikan memakai listrik dan bukan barang primer. Contoh : pemilikan
telephone, pemilikan computer, pemilikan Hand Phone, pemilikan mobil.
C. Distribusi
umur untuk melihat segmen pasar
Misal di Negara
maju, penduduk usia tua meningkat sedangkan di Negara berkembang, bayi dan anak
banyak.
D. Tingkat
harapan hidup
E. Tingkat melek
huruf/buta huruf
F. Kecenderungan
ukuran dan pertumbuhan industri.
G. Tingkat emisi
karbondioxida
H. Lain-lain :
1.
Kenaikan jumlah pekerja wanita
(berarti pendapatan meningkat, bauran promosi perlu diubah); jumlah perceraian;
etnis tertentu
2.
Menurunnya tingkat kelahiran: karena
pemerintah menyediakan program KB; wanita melanjutkan pendidikan dan menikah
lebih lambat.
3.
Tingkat urbanisasi yang lebih besar
memungkinkan wanita menjadi pekerja dan memenuhi kebutuhan sendiri, yang
berpengaruh pada penundaan perkawinan.
Untuk Pelaku Bisnis
A. Memahami
rencana ekonomi nasional (rencana tahunan dan lima tahunan) dan biasanya
diwujudkan dalam pernyataan anggaran.
B. Memahami
rencana indikatif untuk memahami harapan pemerintah Negara tersebut, dimana
berisi target dasar dan pernyataan kebijakan umum bagaimana mencapai tujuan
tersebut. Disamping itu pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal
untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan dunia usaha sehingga target
tersebut dpt dipenuhi. (misalnya konsesi pajak khusus bagi investor, alokasi
devisa untuk pembelian barang impor).(Bobwicaksono,2014)
IMPLEMENTASI
PT. PARAGON TECHNOLOGY AND INNOVATION (WARDAH
COSMETICS)
B. PT Paragon
Technology and Innovation berdiri pada tanggal 28 Februari 1985 dengan nama
awal PT Pusaka Tradisi Ibu. Perusahaan ini baru berganti nama menjadi PT
Paragon Technology and Innovation pada tahun 2011. Perusahaan ini didirikan
oleh pasangan suami istri Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati
Subakat, Apt. Pada masa itu, pendiri melihat masih ada peluang yang terbuka.
Perusahaan ini dimulai dengan sederhana namun sudah diusahakan dengan tata cara
yang baik. PT Pusaka Tradisi Ibu (PTI) pada awal berdirinya hanya memproduksi
perawatan rambut. Pada tahun 1987, perusahaan ini mengeluarkan produk perawatan
rambut dengan merk Ega yang dipasarkan ke salon-salon. Kemudian lahir produk
Putri yang sampai sekarang masih diproduksi.
Tahun 1985-1990,
PT Pusaka Tradisi Ibu mengalami perkembangan pesat. Mulai dari Jabotabek,
produknya mulai menyebar dan bersaing langsung dengan produk lama yang telah
eksis. Mulai tahun 1990, produk salonnya dapat bersaing dengan produk eksis.
Survey CIC (2002) menyebutkan bahwa Hair Tonic Putri adalah hair tonic yang
paling banyak digunakan di indonesia. Sedangkan produk perawatan rambut lainnya
selalu masuk 10 besar. Seiring dengan perkembangan perusahaan, pada bulan
Desember 1990, PT Pusaka Tradisi Ibu mendirikan pabrik produksi di Kawasan
Industri Cibodas Tangerang. Pendirian pabrik yang baru ini bertujuan untuk
menambah kapasitas produksi yang terus meningkat.
Pada tahun 1995,
PTI mulai mengembangkan merk Wardah. Namun, belum bisa berjalan dengan baik
dikarenakan rekanan manajemen yang kurang baik. PTI kembali mencoba
mengembangkan Wardah pada tahun 1996 dengan tetap bekerja sama dengan agen
dalam pemasarannya. Sejak itu penjualannya mulai menanjak dan PT Pusaka Tradisi
Ibu memasuki pasar tata rias (decorative).
Ketika krisis
ekonomi 1998, banyak perusahaan sejenis yang tutup. Daya beli masyarakat anjlok
sementara harga bahan baku naik sampai empat kali lipat. PTI mengambil reaksi
cepat menyikapi krisis tersebut di saat pesaing-pesaing lain tidak berproduksi.
Setelah melewati masa krisis selama empat bulan, PTI justru mengembangkan
pasar. Pada tahun 1999-2003, PTI mengalami perkembangan kedua. Penjualan merk
Wardah pada masa tersebut melonjak pesat. Pabrik lain di Kawasan Industri
Jatake Tangerang didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 2001. PTI mulai
memodernisasi perusahaan pada tahun 2002-2003. Perusahaan ini mulai masuk ke
pasar umum yang memerlukan perubahan dari segi internal. Selain itu, juga
melalui program promosi dan membina tim promosi.
Pada tahun 2005,
PT Pusaka Tradisi Ibu sudah menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) dan
Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Sampai sekarang, di Indonesia baru
80 pabrik dari keseluruhan 760 pabrik yang sudah menerapkan CPKB. Selain itu,
PTI menjadi percontohan pelaksanaan CPKB untuk industri kosmetika yang lainnya.
PTI sampai dengan saat ini sudah memiliki 26 Distribution Centre (DC) hampir di
seluruh wilayah Indonesia. Saat ini perusahaan ini telah memiliki DC di
Malaysia.
C. STRUKTUR
ORGANISASI
Pabrik PT Paragon
Technology and Innovation dipimpin oleh seorang komisaris yang membawahi
seorang direktur utama. Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham serta
mengawasi segala pelaksanaan kebijakan perusahaan, mengambil segala pelaksanaan
kebijakan perusahaan, mengambil segala keputusan berkenaan dengan persoalan dan
masalah penting yang dihadapi perusahaan. Direktur utama bertanggung jawab
kepada komisaris. Posisi ini membawahi manajer operasional, manajer produk,
manajer keuangan dan manajer marketing. Manajer operasional membawahi beberapa
bagian/departemen yaitu purchasing (pembelian), bagian logistik, bagian QAS
(Quality Assurance and Safety), bagian QCL (Quality Control), bagian produksi, INL (Innovation and Lean), MAI
(Maintenance), PPIC (Product Planning
and Inventory Control), MRE (Management Representative), Business Solution
(BSN), Distribution Center (DC), koordinator halal internal, legal dan tim IT
(teknologi informasi). Sedangkan manajer produk membawahi tim Product and
Development (Prodev) serta tim Research and Development (R&D), manager
marketing membawahi Business Development, tim art, marketing, GIP.
D. LOKASI
PT Paragon
Technology and Innovation melaksanakan proses produksi kosmetikanya di pabrik
yang terletak di Kawasan Industri Jatake, Jalan Industri Raya IV Blok AG No 4
Tangerang. Pabrik tersebut memiliki luas keseluruhan 5000 m2 dan gudang seluas
1500 m2. Sedangkan untuk pemasaran sekaligus kantor pusat berada di Kawasan
Jakarta Selatan. Lokasi kantor pusat dan pemasaran PT. Paragon Technology and
Innovation ini menjadi satu dengan gudang produk jadi. Kantor ini berada di Jl.
Swadharma Raya, Kampung Baru III no. 60, Jakarta Selatan. Kompleks perkantoran
ini menggunakan lahan seluas 700 M, luas bangunan sebesar 270 m, diisi dengan
ruang administrasi, kantor direksi, gudang produksi barang jadi, gudang bahan
baku dan kemasan, serta sebuah musholla.(Asih,2013)
DAFTAR PUSTAKA
http://bobwicakso-akuntansi.blogspot.com/2014/01/kekuatan-ekonomi-dan-sosial-ekonomi.html (diakses tgl 9 april 2019,jam 20.55)
http://asihrahmawati1025.blogspot.com/2013/02/pt-paragon-technology-and-innovation_2575.html (diakses
tgl 9 april 2019,jam 21.09)

Comments
Post a Comment