Operasi Global dan Manajemen Rantai Pasokan Internasional


BISNIS INTERNASIONAL



Dosen Pengampu : Hapzi Ali, Prof. Dr, MM.

Disusun Oleh :
SHINDY DIANA FITRIYANI / 43117010044

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2019

Operasi Global dan Manajemen Rantai Pasokan Internasional
Manajemen rantai pasokan telah menjadi topik yang semakin populer dan penting secara strategis dalam bisnis internasional dalam beberapa tahun belakangan. Rantai pasokan mengacu pada aktifitas yang ada dalam memproduksi produk dan jasa perusahaan dan bagaimana aktifitas ini terkait antara satu sama lain. Konsep manajemen rantai pasokan melibatkan penerapan pendekatan sisitem total sampai pengelolaan aliran bahan baku, informasi, keuangan, dan jasa keseluruhan di dalam dan di antara perusahaan rantai nilai dari pemasok bahan baku dan komponen melalui fasilitas manufaktur dan pergudangan dan sampai ke pelanggan utama. Rantai pasokan merupakan bagian intregal dari kualitas global dan inisiatif manajemen biaya. Sebab biaya rantai pasokan umum perusahaan bisa mempresentasikan lebih dari 50 % aset dari 80 % pendapatan
Oleh karena itu, persediaan dilakukan dalam setiap tahap rantai pasokan, dan karena keterikatan persediaan dengan uang , maka ini menjadi suatu argumen bahwa tujuan akhir sistem manajemen rantai pasokan yang efektif adalah untuk mengurangi persediaan , konsisten dengan persyaratan awal, yaitu produk perusahaan tersedia saat dibutuhkan dan sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diinginkan. Untuk alasan tersebut sangat penting untuk menyingkronkan operasi disetiap tahap rantai pasokan untuk meminimalkan jumlah buffer  dalam persediaan ini. Siklus hidup  produk yang  lebih pendek dan kurang bisa diprediksi, serta dampak ekonomi, politik, dan kejadian sosial yang tidak direncanakan telah menempatkan penekanan lebih jauh pada pencapaian kinerja rantai pasokan yang efektif . teknologi baru, termasuk peralatan yang diaktifkan melalui web, untuk perencanaan, eksekusi dan optimalisasi rantai pasokan telah meningkatkan ketersediaan data dan intregasi dengan pemasok dan pelanggan, membantu meningkatkan daya saing internasional perusahaan yang telah mengadopsi dan menguasai teknologi – teknologi ini.
Persaingan global semakin meningkat seiring berjalannya usaha suatu perusahaan untuk dapat masuk ke dalam pasar global. Oleh sebab itu, manajemen perusahaan internasional maupun domestik mencari cara untuk dapat menurunkan biaya sambil tetap meningkatkan produk dan jasa mereka agar tetap mampy berdaya saing.
Di dalam sistem manajemen operasi global memiliki beberapa unsur penting diantara nya adalah manajemen rantai pasokan, pencarian sumber global, sistem produksi dan strategi produksi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi inteernasional perusahaan. Selain itu, didalam membantu perusahaan memenuhi permintaan pasar dan daya saing diperlukan sistem yang efektif untuk mencapai hal tersebut.

Sebuah perusahaan akan menjadi perusahaan multinasional berdasarkan keuntungan untuk mendirikan produksi dan kegiatan lainnya di lokasi asing. Perusahaan mengggoblasasikan kegiatan mereka baik untuk memasok pasar dalam negeri-negeri mereka, dan untuk melayani pasar luar negeri secara langsung. Menjaga kegiatan asing dalam struktur perusahaan memungkinkan perusahaan menghindari biaya yang melekat oleh perantara, dengan entitas yang terpisah sambil memanfaatkan pengetahuan perusahaan mereka sendiri.(Fajri,2015)

Kritik : menurut saya dengan adanya operasi global ini negara akan mampu bersaing, perusahaan harus mencari komponen atau mesin produksi tersebut kenegara lain. Istilah offshoring biasa digunakan oleh perusahaan yang merelokasi aktifitas kenegara lain, Saat memutuskan untuk mencari sumber internasional perusahaan bisa menyediakan fasilitasnya sendiri atau melakukan outsourcing produksi ke perusahaan lain. Outsourcing telah menjadi pilihan umum bagi perusahaan, seiring dengan usaha perusahaan untuk memusatkan sumber daya langka untuk kompetensi inti perusahaan dan memanfaatkan keterampilan perusahaan lain untuk mengurangi biaya dan infestasi modal, meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan merespons, meningkatkan kualitas, atau memberikan keuntungan strategis lainya. Perusahaan pun akan merasakan keuntungan yang di dapat dari diotomatisasi menjadi lebih mudah dan lebih ekonomis untuk melakukan outsoucing dalam aktifitas ini. Semakin banyak perusahaan yang mulai bersaing dalam bisnis outsourcing, dan pelanggan juga semakin terbiasa menggunakan layanan ini.

1.      Teori keunggulan kompetitif dikemukakan oleh Michael Porter dalam bukunya The Competitve Advantage of Nation (1990). Menurut Porter tidak ada korelasi langsung antara dua faktor produksi (sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang murah) yang dimiliki suatu negara, yang dimanfaatkan menjadi keunggulan daya saing dalam perdagangan internasional. Banyak negara di dunia yang jumlah sumber daya alamnya sangat besar yang proporsional dengan luas negerinya, tetapi terbelakang dalam daya saing perdagangan internasional. Begitu juga dengan tingkat upah yang relatif murah daripada negara lain, justru berkorelasi erat dengan rendahnya motivasi bekerja yang keras dan berprestasi.

Porter mendefinisikan industri sebuah negara sebagai sukses secara internasional jika memiliki keunggulan kompetitif relatif terhadap para pesaing terbaik di seluruh dunia. Sebagai indikator ia memilih keberadaan ekspor yang besar dan bertahan lama dan/atau investasi asing di luar wilayah yang signifikan berdasarkan pada keterampilan dan aktiva yang diciptakan di negara asal. Kemakmuran nasional diciptakan, bukan diwariskan. Kmakmuran negara tidak tumbuh dari sumbangan alamiah sebuah negara, kumpulan tenaga kerjanya, tingkat bunganya atau nilai kursnya, sebagaimana dikemukakan oleh ekonom klasik. Daya saing sebuah negara tergantung pada kapasitas industrinya untuk berinovasi dan melakukan pembaharuan. Perusahaan memperoleh keunggulan terhadap para  pesaing dunia yang terbaik, karena tekanan dan tantangan. Mereka mendapatkan manfaat dari memiliki pesaing domestik yang kuat, pemasok yang berbasis daerah asal yang agresif, dan para pelanggan lokal.(Wahono,2014)

2.      Di dalam negeri menggunakan cara perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Konsep bisnis di dalam negeri cenderung kepada bagaimana mensejahterakan rakyat dan cenderung memiliki jarak kekuasaan yang jauh antara pemimpin dan bawahannya (pekerja). Sedangkan di luar negeri mengembangkan budaya organisasi dengan tradisional maupun budaya perekonomian pasar yang kompetitif dan adanya sistem manajemen pararel yaitu sistem administrasi dan struktur kepemimpinan internal yang melibatkan orang-orang di lingkungan Partai Komunis yang disebut sistem “dua kendali”,
Manajemen Pemasaran Internasional dibutuhkan saat suatu perusahaan mau melakukan ekspansi ke luar wilayah domestiknya agar dapat melebarkan pasarnya dan menciptakan peluang baru dalam berbisnis. Proses ini terjadi dalam tahap STP ( Segmenting, Targeting, Positioning ).(Ratria,2014)

Keuntungan dan kerugian strategi internasional dan nasional
Keuntungan : Mampu memperendah biaya operasional, Memberi jalan/cara dengan menambahkan atau memperkuat pertumbuhan domestic, Proses mengelola secara strategi menjadi penuh tantangan dan lebih kompleks, Memberi konstribusi dalam mencapai keuntungan skala ekonomi, Menjadi pesaing yang lebih kuat baik secara domestic maupun internasional
Kerugian : Menghadapi risiko ekonomi, strategi dan keuangan yang lebih besar, Menemukan kesamaan di pasar maupun kapabilitas menjadi lebih sulit Untuk memperoleh dan mengeksploitasi keuntungan adalah tidak mudah atupun tidak otomatis. (Anonym,1)







IMPLEMENTASI
(Studi Kasus Industri Otomotif PT Toyota)

Pembahasan dan Analisis
a.    Pengelolaan Rantai Pasokan Global
Aktivitas dan keterkaitan yang terlibat dalam mengubah rancangan awal menjadi barang jadi dan layanan pendukung yang diberikan ke konsumen , termasuk rancangan produk, pemasok yang menyediakan beragam input, perakitan dan aktivitas pengujian, pergudangan dan distribusi barang jadi, serta penjualan.
b.   Penerapan Just In time (JIT) di Toyota Jepang
            Penerapan strategi produksi JIT telah berhasil dilakukan oleh perusahaan Toyota di Jepang, yang pada saat ini menduduki peringkat atas dalam daftar 200 perusahaan terbesar di Jepang. Tujuan utama dari sistem produksi tepat waktu ini adalah mengurangi ongkos produksi dan meningkatkan produktivitas total industri secara keseluruhan melalui menghilangkan pemborosan secara terus menerus. Toyota merupakan salah satu perusahaan yang paling banyak meraih keuntungan di Jepang. Namun pihak manajemen belum merasa puas terhadap hasil kerja yang telah diraih itu. Pihak manajemen TOYOTA seringkali melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja yang tinggal untuk tetap mencapai tingkat produktivitas yang sama sebelum adanya pengurangan. Pada kondisi itu, para pekerja biasanya akan berusaha keras mencari gagasan baru agar target produksi atau produktivitas dapat dicapai. Pengurangan tenaga kerja pada satu divisi, bukan berarti pemecatan, namun dipindahkan divisi lain atau tempat kerja lain untuk menciptakan unit kerja baru yang produktif. Bahkan TOYOTA pernah menutup salah satu gudang pemasok yang isinya menyimpan material untuk toyata, dan mengangkut material tersebut langsung ke pabrik Toyata. Berkat TOYOTA, pemasok tersebut dapat menerapkan strategi JIT.
Terdapat 4 aspek pokok dalam konsep JIT Toyota, yaitu :
1.      Menghilangkan semua aktifitas atau sumber-sumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk dan jasa.
2.      Komitmen terhadap kualitas prima.
3.      Mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi.
4.      Memberikan tekanan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan visibilitas aktivitas yang memberikan nilai tambah.


Manfaat Toyota dalam menerapkan JIT :
1.      Seluruh sistem yang ada dalam perusahaan dapat berjalan lancar.
2.      Pabrik mengeluarkan biaya yang lebih sedikit untuk memperkerjakan para staffnya.
3.      Persediaan tidak perlu dicek atau diretur kembali.
4.      Menghemat biaya penyimpanan dan gudang.
c.        Hubungan konsumen dan pemasok Toyota di Jepang.
            Toyota telah mengatur sedemikian runtutnya dalam menciptakan hubungan antara pemasok dan konsumennya. Menjaga keeratan hubungan dengan sistem pemasok. Toyota juga menerapkan prinsop “customer first) yaitu untuk memberikan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan.
d.      Strategi rancangan produksi toyota.
Berikut ini adalah beberapa srategi produksi yang dilakukan toyota motor corporation.
1.      Inovasi produk tanpa henti
Inovasi baik dari segi mesin, kerangka, dan terutama desain mobil terus dikembangkan dengan menyesuaikan pada hasil riset teerhadap perkembangan selera atau kebutuhan konsumen desetiap region wilayah. Inovasi ini dilakukan agar toyota Motor CORPORATION dapat memenuhi tujuan utamanya yaitu untuk menciptakan ever better  cars untuk  para pelanggan.
2.      Peningkatan kapasitas pengembangan produk dan rantai penawaran (supply chain) untuk meningkatkan kompetitif internasional
Toyota terus maju dengan meningkatkan kapasitas produksi yaitu dengan menambah lokasi pabrik mobil diberbagai region/wilayah sesuai dengan tagline toyota :local procurement, locally produced unit. Terkait hal ini, toyota telah menargetkan akan melakukan peningkatan kapasitas produksi sebesar30% di akhir 2013 dibandingkan dengan kondisi akhir tahun 2009. Pengembangan kapasitas produksi ini diharapkan akan mendorong terciptanya peningkatan efisiensi produksi TMC
3.      Reforming the monozukuri structure for making better cars
Penggunaan konsep ini dilakukan dalam rangka menciptakan produk  yang semakin berkualitas namun dengan harga terjangkau bagi masyarakat,. Ini penting dalam upaya TMC untuk bertahan menghadapi persaingan di Competitive Marketyang semakin padat oleh pesaing.


Pada praktiknya terdapat tiga pilar dari struktur monozkuri yang dilaksanakan pada divisi produksiTMC, yaitu :
1.      One by one production
2.      produce at the minimum speed for sale
3.      small scale production
selanjutnya konsep ini akan diaplikasikan pada sistem JIT Perusahaan dalam memproduksi produk-produknya. Dengan demikian, lead time akan dipertahankan seminimal mungkin dengan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
4.      pemasaran produk berdasarkan region
pemasaran produk toyota berbeda untuk setiap region/wilayah. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk memenuhi permintaan lokal. Sebagai contoh, antara perancis yang menjual 14 jenis mobil  Toyota dengan amerika yang menjual 18 jenis mobil toyota, hanya ada empat (4) jenis mobil yang sama. Empat jenis mobil tersebut adalah yaris, RAV 4,Prius dan dan land cruiser. Namun tidak hanya sampai disitu, dari empat jenis mobil tersebut pun ternyata harganya sampai lebih murah 20.000 euro di Amerika daripada diperancis. Lebih lanjut untuk, penjualan di Amerika mobil yang ditawarkan rata-rata adalah SUV atau crossover yaitu mobil-mobil yang memang lebih sering digunakan di Amerika, daripada di Eropa yang rata-rata adalah mobil compact yang didesain untuk perkotaan (e.g. Yaris,Auris)
berdasarkan EPRG Framework, toyota menggunakan pendekatan regiocentric artinya menawarkan produk yang serupa untuk suatu region/wilayah yang disesuikan dengan budaya dan kondisi ekonomi region/wilayah tersebut dalam upaya untuk memenuhi permintaan lokal . Secar global, TMC Membagi region/wilayah pemasarnnya ke dalam 6 region wilayah, yaitu :
a)      North America
b)      Latin Amerika
c)      Europa
d)      Africa
e)      Asia
f)       Ocenia
5.    Memperluas saluran produksi dengan menambah jumlah dealer
Toyota terus menambah dealer produk disetiapm wilayah dalam upaya untuk menguasai pasar di wilayah tersebut. Untuk daerah pemasaran Indonesia, sampai dengan bulan maret 2012 lalu, Toyota memiliki227 jumlah dealer yang bertambah sebesar 2% daripada jumlah dealer pada tahun 2011. Pada tahun 2013 secara umum toyota merencanakan sebesar 48 dealer. Hal in dilakukan salah satunya ialah demi memenuhikebutuhan pelanggan. Dealer toyota memang memiliki peranan terhadap kepuasaan pelanggan karena dealer memiliki hubungan secara langsung dengan pelanggan.
6.     Memperluas pasar dengan Bekerja sama dengan perusahaan  automobile
 Lokal. Contoh dari strategi ini ialah ketika Toyota bekerja samadengan perusahaanautomobile PSA Peugeot Kirloskar Group di Perancis. Contoh lainnya ialah pada TMC melakukan joint venture dengan kirloskar group di Inidia yang memudahkan toyota dalam  melakukan penetrasi pasar di India.
7.    Memperluas pasar dengan memiliki mayoritas saham perusahaan Automobile perusahaan lainnya. Saat ini TMC telah memiliki mayoritas saham daihatsu dan hino dan memiliki sebagian kecil saham subaru dan Isuzu.(Fajri,2014)


DAFTAR PUSTAKA
https://ratrianicp.wordpress.com/2014/05/20/pemasaran-internasional/ (diakses pada tanggal 2 juli 2019, jam 22.01)

Comments

Popular posts from this blog

DESAIN DAN PENGENDALIAN ORGANISASI INTERNASIONAL

kekuatan ekonomi dan sosioekonomi