STRATEGI KOMPETITIF INTERNASIONAL
BISNIS INTERNASIONAL
Dosen Pengampu : Hapzi, Prof. Dr. MM
Disusun Oleh :
SHINDY DIANA FITRIYANI / 43117010044
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2019
STRATEGI KOMPETITIF INTERNASIONAL
Strategi internasional mengandung pemahaman
mengenai bagaimana perusahaan membuat pilihan/prioritas dalam mengembangkan dan
menggunakan sumber daya yang langka untuk memperoleh tujuan. Hal yang menjadi
fokus adalah konsistensi, baik dari internal seperti produk maupun eksternal
seperti persaingan kompetitif internasional. Perusahaan harus meraih dan
mempertahankan posisi yang unik dan bernilai dalam persaingan internasional,
yang dikenal dengan istilah ‘keuntungan kompetitif’. Keunggulan kompetitif
dapat dimaknai dengan mencari ‘lahan kompetisi’ yang berbeda dari kompetitor
atau berada pada lahan yang sama namun mengembangkan dengan cara berbeda.
Keunggulan kompetitif dapat dicapai dengan mengembangkan kompetensi yang mampu
(1) memiliki ‘nilai jual tinggi’ dimana pelanggan berkehendak untuk membayar
lebih, (2) memiliki kompetensi berbeda dari kompetitor, (3) menciptakan produk
yang sulit ditiru oleh perusahaan lain serta, (4) menciptakan manajemen yang
mampu mengelola tiga kompetensi sebelumnya. Perusahaan harus berkompetisi dalam
sumberdaya waktu, talenta dan uang terbatas sehingga manajer harus mampu
menentukan pilihan dan menetapkan prioritas yang harus didahulukan serta hasil
yang ingin dicapai sehingga mampu ‘menarik hati’ pelanggan, maksimalisasi
keuntungan dan minimalisasi resiko kerugian. Oleh karena itu, perusahaan harus
memiliki ‘rencana strategis global.’
Rencana strategis perlu dibuat untuk menanggapi
situasi dalam negeri suatu negara politik, ekonomi, sosial, teknologi, maupun
aturan legal dimana perusahaan dioperasionalkan serta situasi internasional
yang kompleks dan dinamis. Adanya keinginan untuk menyamakan pemahaman tentang
pentingnya strategi bisnis, asumsi dibalik strategi, tekanan eksternal hingga
arah perusahaan dalam menentukan konsistensi. Rencana strategis menyediakan dasar
yang sistematis dan terorganisir serta meningkatkan inovasi, mendorong
perkembangan dan implementasi ide baru dalam meraih ‘sukses’ di arena kompetisi.
Sebuah proses yang tidak hanya melibatkan pengalaman perusahaan dimasa lalu,
melainkan meraih kesuksesan masa depan melalui langkah yang diambil saat ini.
Sebagai sebuah
proses, perencanaan strategi global disusun secara formal dimana manajer (1) menganalisa
lingkungan domestik, internasional dan asing, (2) menganalisis variabel kontrol
yang dimiliki oleh perusahaan, (3) mendefinisikan misi, visi dan pernyataan
bernilai (value statement), (4) menentukan tujuan perusahaan, (5) mengukur
tujuan, (6) memformulasikan strategi kompetitif dan (7) mempersiapkan taktik.
·
Pertama, perusahaan hanya memiliki kesempatan
yang kecil dalam mengontrol perubahan yang terjadi baik dalam sistem
internasional maupun dalam level domestik suatu negara. Perusahaan tidak hanya perlu untuk tahu tekanan apa,
tetapi juga dimana tekanan yang besar akan terjadi. Analisis mengenai kondisi
domestik internasional dan asing, digunakan sebagai input informasi dalam
perencanaan strategi. Misalnya, sebuah tatanan ekonomi baru dalam pertumbuhan
dan kompetisi baru muncul seperti Cina dan India yang berkembang dari industri
manufaktur yang menggunakan banyak buruh menuju industri dengan menggunakan
bantuan mesin-mesin canggih. Oleh karena itu, perusahaan harus berpikir global
namun harus tetap memahami konsekuensi lokal. Hanya perusahaan yang kompetitif
yang mampu mendpatkan investor, pekerja dan stakeholer selama fenomena ini.
·
kedua yang harus perusahaan lakukan
adalah menganalisis variabel kontrol yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk
mencapai produk yang bernilai maka perusahaan perlu membuat rantai produksi
(chain production) dan melihat potensi yang dimiliki perusahaan dalam rantai
produksi tersebut. Biasanya perusahaan akan mempertimbangkan lokasi produksi
dan partner. Lokasi akan dipilih agar mengurangi biaya transportasi—dekat
dengan pasar dan patner dibutuhkan untuk menciptakan integrasi rantai produksi
dengan tujuan efektivitas dan efisiensi pengembangan. Selain itu, sumber daya
yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan (knowledge). Pengetahuan yang
dimaksud meliputi kemampuan pekerja dan sistem, struktur dan rutinitas
perusahaan. Pengetahuan menjadi dasar perusahaan melakukan aktivitas sehinga
perlu adanya perluasan, misalnya dengan memfasilitasi individu untuk melakukan
penelitian. Perusahaan juga harus melakukan manajemen supaya tidak mudah ditiru
oleh perusahaan lain disamping melakukan transfer pengetahuan didalam dan
diluar operasi perusahaan.
·
Ketiga, perusahaan harus menciptakan
pernyataan misi, visi dan nilai. Pernyataan misi adalah tujuan keberadaan
perusahaan tersebut termasuk didalamnya tujuan perusahaan dan cakupannya. Pernyataan
visi adalah pemaparan mengenai posisi kedepan, harapan yang dibutuhkan serta
penerapan strategi. Sedangkan pernyataan nilai berisi pemaparan mengengai nilai
dasar, kepercayaan dan prioritas anggota perusahaan termasuk bagaimana tingkah
laku internal maupun perilaku terhadap konsumer, pelanggan dan komunitas
internasional. Misalnya, Unilever memiliki misi yakni, “setiap hari kita
menemukan adanya kebutuhan akan nutrisi, kebersihan dan sentuhan pribadi dengan
merek yang akan membantu masyarakat akan merasa lebih baik, lebih indah dan
mendapat tambahan hidup”.
·
keempat adalah menetapkan tujuan.
Tujuan menentukan aktivitas perusahaan, mempertahankan perusahaan dalam
lingkaran misi dan memastikan eksistensi yang berkelanjutan. Misalnya, misi
intel adalah “membahagiakan pelanggan, pekerja dan shareholder degan memberikan
‘stasiun’[komputer] (plaftorm) dan teknologi yang telah menjadi penting bagi
kerja dan hidup kita.” Dan tujuannya adalah (1) memperluas pembuatan silikon
dan ‘stasiun’ [komputer], (2) pembangunan inovasi untuk pembuatan stasiun
[komputer] dan (3) membawa pertumbuhan dunia. Terlihat bahwa tujuan sangat
menentukan aktivitas apa yang perusahaan akan operasionalkan.
·
kelima, perusahaan harus mampu
mengukur tujuan. Pengukuran dilakukan tidak hanya kuantitatif namun kualitatif
juga. Jika kuantitatif dapat diterjemahkan dengan omset perusahaan, pengukuran
kualitatif agak sulit. Misalnya membawa pertumbuhan dunia merupakan tujuan dari
intel yang masih harus dijabarkan lagi kedalam level yang lebih teknis dan
operasional.
·
keenam yakni memformulasikan strategi
kompetitif. Dalam mengembangkan strategi, perusahaan biasanya menghadapi dua
tekanan yakni mengurangi harga dan beradaptasi dengan pasar lokal. Perusahaan
harus melakukan reduksi harga supaya barang yang dihasilkan mampu diserap oleh
pasar, dengan itu mampu berkompetisi. Disisi lain perusahaan juga harus
merespon tekanan lokal untuk memodifikasi produk sesuai dengan selera lokal.
Penyesuaian ini tentunya akan membutuhkan biaya yang lebih sehingga harga
produk akan meningkat. Konsekuensi dari kedua tekanan inilah yang kemudian
dijadikan dasar oleh manajer dalam memilih strategi kompetitif yang harus
dipakai. Setidaknya terdapat empat jenis strategi kompetitif yang dihasilkan.
Pertama, Home Replication Strategy
dimana perusahaan memusatkan produksinya di home country sehingga akan
membutuhkan biaya yang lebih besar untuk menyebarkan produknya di host country
(tidak mendapat tekanan untuk mengurangi harga). Perusahaan juga tidak mendapat
tekanan lokal yang terlalu besar untuk beradaptasi terhadap selera lokal.
Kedua, Multi domestik strategy hampir sama dengan strategi sebelumnya namun,
mendapat tekanan yang besar dari lokal untuk memodifikasi produknya. Ketiga,
Global Strategy, dimana perusahaan mendapatkan tekanan kuat untuk mengurangi
harga dan mendapatkan tekanan yang terbatas dari lokal untuk memodifikasi
produknya. Sementara yang keempat, Transnational Strategy dimana perusahaan
mendapatkan tekanan yang kuat untuk mereduksi harga dan tekanan yang kuat pula
untuk memodifikasi produk sesuai dengan keingin konsumen lokal.
·
Langkah terakhir adalah mempersiapkan
taktik. Taktik diperlukan untuk mewujudkan detail mengenai bagaimana tujuan
akan dicapai. Dengan kata lain, cara jangka pendek daam mencapai tujuan dengan
detail yang mumpuni. Misalnya menyewa tiga representasi sales, menghadiri empat
acara perdagangan dan mengiklankan dua industri secara teratur tahun depan.(Resvia,2015)
Kritik : Menurut saya dengan
adanya strategi kompetitif internasional yaitu sebuah Perencanaan Strategis
yang matang membantu memastikan bahwa pengambil keputusan telah memiliki
pemahaman yang sama mengenai bisnis, strategi, asumsi di balik strategi,
tekanan lingkungan bisnis eksternal, dan keputusan mereka sendiri, juga termasuk
mempromosikan konsistensi tindakan antarmanajer di perusahaan tersebut di
seluruh dunia. Rencana strategis juga mendorong partisipan untuk
mempertimbangkan dampak tindakan mereka di area geografis dan fungsional lain
di perusahaan. Rencana ini menyediakan landasan menyeluruh, sistematis untuk
meningkatkan pertanyaan kunci mengenai harus menjadi apa bisnis dan untuk
membuat keputusan mengenai sumber daya dan kompetensi apa yang harus
dikembangkan perusahaan, kapan dan bagaimana untuk mengembangkannya, dan
bagaimana menggunakan kompetensi tersebut untuk mencapai keunggulan kompetitif.
Hal ini ditujukan untuk membantu organisasi untuk merespons secara lebih
efektif terhadap tantangan dibandingkan dengan pesaingnya. Perencanaan
strategis juga ditujukan untuk membantu meningkatkan kemungkinan inovasi
strategis, mempromosikan pengembangan, menangkap, dan aplikasi dari ide – ide
baru untuk mendorong kesuksesan didalam menantang lingkungan yang kompetitif.
1.
Telah diketahu bahwa bisnis
internasional memiliki lingkup yang luas, sehingga dalam kegiatan pemasaran produk, strategi
yang dilakukan juga bermacam-macam. Salah satu strategi pemasaran dalam bisnis
internasional yaitu, strategi pemasaran menggunakan bauran pemasaran
"marketing mix”. Terdapat
setidaknya empat bahasan utama dalam bauran pemasaran dalam bisnis
internasional yaitu, product(produk), price(harga), place(tempat)
dan yang keempat promotion(promosi)
(Kottler dan Amstrong,2008).
dapat diambil kesimpulan, bahwa
Marketing mixed atau bauran pemasaran merupakan suatu variabel dalam pasar yang
dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk meningkatkan target penjualan produk.
bauran pemasaran memiliki empat variabel dasar yang biasa disebut dengan 4P,
yakni product, price, promotion dan place. Variabel produk dalam bauran
pemasaran merupakan komponen utama perusahaan karenakan produk yang diproduksi
memiliki pengaruh nilai kepuasan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Bentuk
variabel produk meliputi tiga macam, yakni produk tengible, intangible dan
service. Kemudian, variabel harga dalam bauran pemasaran memiliki pengaruh
cukup besar terhadap faktor laku atau tidaknya suatu produk. Maka dari itu,
diperlukan pertimbangan untuk menentuan satuan harga produk agar persaingan
harga yang ada dalam pasar tidak merugikan pihak produsen barang.
Strategi pemasaran
internasional : Kunci
pemasaran internasional adalah adaptasi pada perbedaaan-perbedaaan lingkungan
dari satu pasar ke yang lainnya. Adaptasi adalah usaha secara sadar dipihak
pemasar internasional untuk mengantisipasi pengaruh dari berbagai factor, baik
asing maupun domestic, diluar kendali pada sebuah bauran pemasaran dan kemudian
menyesuaikan bauran pemasaran tersebut untuk meminimalkan pengaruhnya. Rintangan utama dalam keberhasilan
pemasaran internasional adalah criteria yang merujuk pada diri sendiri (SRC)
dan etnosentrisme yang berhubungan dengannya. SRC adalah suatu referensi secara
tidak sadar kepada nilai-nilai cultural, pengalaman dan pengetahuan diri
sendiri sebagai dasar keputusan. Etnosentrisme
adalah gagasan bahwa kultur atau perusahaan sendiri yang paling mengetahui
bagaimana melakukan semua hal. Baik
SRC maupun etnosentrisme menghalangi kemampuan untuk menilai sebuah pasar asing
secara apa adanya.
Reaksi kita sering berdasarkan pada
arti, nilai, symbol dan perilaku yang relevan pada kultur kita sendiri yang
biasanya berbeda dengan kultur asing. Dalam pemasaran internasional mengandalkan
pada SRC seseorang akan menyebabkan kegagalan dalam program pemasaran. (Aryaseta,2017)
2.
Hambatan Pemasaran
Internasional
Ada beberapa hambatan
yang perlu diberi perhatian yang khusus sehingga anda tidak akan salah dalam
melangkah dan anda juga bisa bersiap dalam menjalankan bisnis dan anda tidak
terkejut ketika masalah-masalah tersebut benar-benar ada di hadapan anda.
Berikut adalah beberapa hambatan yang lazim dalam menerapkan strategi pemasaran
internasional.
·
Masalah kepercayaan
Tidak bisa dipungkiri, akibat ulah para
oknum tertentu, transaksi online saat ini mendapat stigma negatif di mata
sebagian konsumen, terutama orang-orang yang pernah menjadi korban penipuan
secara online. Memang, banyak ‘pencuri’ yang telah mengadopsi sistem online
untuk mengeruk keuntungan di atas penderitaan orang lain, entah itu melalui
pencurian rekening online, penipuan kualitas produk, atau bahkan investasi
bodong online.
·
Masalah jarak
Memang, jarak geografis bukanlah suatu
masalah untuk mempromosikan suatu produk. Bahkan seseorang di pelosok Afrika
bisa menjangkau produk dari negara-negara Asia. Permasalahannya bukan terletak
pada mekanisme promosi, melainkan para mekanisme pengiriman. Jika anda menjual
produk secara fisik, bukankah barang tersebut harus dikirim langsung ke nagar
konsumen? Di sinilah timbul berbagai persoalan, termasuk kerusakan, kecelakaan,
kehilangan, dan sebagainya.
·
Masalah kualitas
Bayangkan ketika anda ‘berburu’ produk
garment di toko fashion online. Gambar-gambar yang disajikan begitu atraktif.
Bahkan pakaian biasa akan terlihat indah saat dipajang dengan patung dan difoto
dari ‘angle’ yang tepat. Masalahnya, apakah anda bisa meraba produk yang akan
dibeli? Tentunya tidak. Sekalipun anda bisa mendapat informasi tentang bahan
pembuatannya, anda tetap tidak bisa memastikan apakah bahannya sesuai keinginan
anda atau tidak.
Berdasarkan ketiga
hambatan yang mungkin terjadi di atas, maka diperlukan kehati-hatian dalam
memilih strategi pemasaran untuk bisnis yang bersifat internasional. Selain
itu, anda harus mempersiapkan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut dengan
persiapan yang matang dengan perencanaan yang mendalam dalam melaksanakan semua
kegiatan bisnis. Hal penting lainnya adalah bagaimana anda menghadapi para
pelanggan yang berasal dari berbagai negara lain, dengan bahasa dan latar
belakang budaya yang berbeda dari negara anda. Masalah komunikasi dan bahasa
sepertinya sepele, namun hal ini dapat mempengaruhi volume transaksi di
perusahaan anda. Dalam hal ini yang harus direncanakan dengan rinci adalah
bagaimana anda melaksanakan Strategi Pemasaran untuk konsumen-konsumen
internasional.(Anonym,1)
IMPLEMENTASI
STARBUCKS DALAM PERENCANAAN
STRATEGIS
Starbucks adalah perusahaan yang
bergerak di bidang Retail Restoran, Retail Kopi dan The, Minuman, dan Hiburan.
Starbucks merupakan perusahaan kopi dan kedai kopi multinasional. Beberapa
produk andalannya adalah Frappucino, biji kopi, Minuman Botol, Merchandise,
Baked Goods, dan Made-to-Order Beverages.
Logo Starbucks adalah seorang siren dari mitologi Yunani. Sedangkan,
nama starbucks sendiri diambil dari sebuah novel Moby-dick. Tahun 1971
merupakan tahun yang bersejarah bagi Starbucks karena di tahun itu Starbucks
didirikan pertama kali di Seattle, Washington oleh 3 sekawan.; Jerry Baldwin,
Zew Siegel, dan Gordon Bowker. Mereka terinspirasi oleh Alfred Peet, yang
memiliki café bernamaPeet’s Coffee and Tea..
Tadinya, Starbucks hanya menjual biji kopi dan perlatan membuat kopi.
Tahun 1982, seorang pengusaha bernama Howard Schultz bergabung dengan
Starbucks. Setelah melakukan perjalanan dari Milan, Schultz mengusulkan agar
perusahaan menjual kopi dan espresso selain biji kopi. Namun, ide ini ditolak
oleh para pendirinya. Kemudian, Schultz membuka kedai kopi baru bernama the Il Giornale
coffee bar tahun 1985.
Tahun 1984, Baldwin membeli Peet’s
Coffe and Tea. Tahun 1987, ketiga pendiri Starbucks menjual atribut Starbucks
pada Il Giornale coffee bar, kedua
perusahaan ini melebnur dalam nama Starbucks dan memulai ekspansi
besar-besaran. Tahun 1992, Starbucks meluncurkan sahamnya pada publik, saat itu
perusahaan ini telah memiliki 162 gerai di seluruh North America. Tahun 1996,
Starbucks membuka gerai di Tokyo dan Singapura. Tahun 1998, Starbucks masuk ke
pasar UK dengan cara mengakuisisi 60 gerai UK-based Seattle Coffee Company.
Pada tahun ini pula Starbucks membuka gerai dengan cara franchising di Taiwan,
Thailand, New Zealand, dan Malaysia. Tahun 1999, di Beijing, Kuwait, Korea
Selatan, dan Lebanon. United Arab Emirates, Saudi Arabia, Hongkong, Shanghai,
Australia, Qatar, dan Bahrain, di tahun 2000. Tahun 2001, di Switzerland dan
Austria. Tahun 2002, di Oman, Jerman, Spanyol, Meksiko, Puerto Rico, Cina
Selatan, Yunani dan Indonesia. Tahun 2003, di Turki, Peru, Cile, dan Chyprus.
Tahun 2004 di Prancis. Tahun 2005 di Jordan, Bahamas, dan Irlandia. Tahun 2006
di Brazil dan Mesir. Tahun 2007 di Rumania, Denmark dan Netherland.
MISI STARBUCKS
1.
Menciptakan lingkungan kerja yang
mendukung dan memperlakukan satu sama lain dengan hormat.
2.
Pengakuan terhadap keberagaman adalah
komponen inti dari cara kami memperlakukan bisnis ini.
3.
Menerpakan standar tertinggi untuk
kesempurnaan pembelian, pemanggangan, dan penyajian kopi-kopi kami.
4.
Terus meningkatkan kepuasan dan
antusiasme pelanggan.
5.
Memberikan kontribusi positif bagi
komunitas dan lingkungan.
6.
Mengenali profitabilitas adalah esensi
dari kesuksesan kami di masa depan.
RENCANA STRATEGIS STARBUCKS
1.
Peka terhadap isu-isu lingkungan dan
saling berbagi informasi dengan mitra kami.
2.
Membangun solusi yang inovatif dan
fleksibel untuk mebuat perubahan,
3.
Berusaha untuk membeli, menjual, dan
menggunakan produk-produk ramah lingkungan.
4.
Mengakui bahwa tanggung jawab fiscal
sangat penting bagi masa depan lingkungan kami.
5.
Menjadikan tanggung jawab lingkungan
sebagai nilai perusahaan.
6.
Mengukur dan memonitor perkembangan
dari tiap proyek.
7.
Menggerakkan seluruh mitra untuk
berpartisipasi pada misi kami,
Berdasarkan pernyataan misi dan
rencana strategis atau komitmen Starbucks Coffee ini maka kami menyimpulkan
bahwa Starbucks menggunakan model perencanaan Management by Objectives yang
merupakan suatu metode di mana para manajer dan karyawan menentukan tujuan bagi
setiap departemen, proyek,dan orang serta menggunakannya untuk mengawasi
pencapaian kinerja.
Adapun, langkah-langkah dalam MBO
adalah :
a)
Menentukan tujuan
b)
Membangun rencana-rencana tindakan
c)
Evaluasi kemajuan
d)
Penilaian kinerja menyeluruh.
v FORMULA
STRATEGI STARBUCKS
·
Strategi Besar (Grand Strategy)
Starbucks menggunakan strategi pertumbuhan ( growth) baik
pertumbuhan internal maupun eksternal. Unru pertumbuhan internal, starbucks
terus-terussan mengembangkan produk-produknya terutama untuk kopi. Sedangkan, pertumbuhan eksternal Starbucks
adalah mengakuisisi 60 gerai UK-based Seattle Coffee Company pada tahun 1996
dan membuka cabang-cabang di berbagai negara.
·
Strategi Global
Dalam me-manage cabang-cabangnya di seluruh dunia, Starbucks menggunakan
strategi transnasional, karena Starbucks mengkombinasikan koordinasi global
untuk meraih efisiensi dengan f;eksibilitas untuk memenuhi kebutuhan spesifik
pada berbagi negara. Koordinasi global dilakukan dengan cara memberikan menu
coffe of the week yang sama di seluruh dunia. Koordinasi global dilakukan juga
dalam budaya coffe tasting dan starbucks experience. Sedangkan, tiap negara
diperbolehkan untuk memilih menu-menu yang akan dilayani di negara itu.
·
Formulasi Strategi Starbucks pada
Tingkat Perusahaan
Starbucks termasuk industri Bintang karena Starbucks memiliki
pangasa pasar yang relatif sangat besar bila dibandingkan dengan para
pesaingnya, seperti Gloria Jeans and Coffe dan Coffe Bean and Tea Loaf. Starbucks juga memiliki tinbgkat pertumbuhan bisnis
yang sangat tinggi. Hal ini dilihat dari ekspansi besar-besaran di seluruh
dunia sejak tahun 1996.
·
Formulasi Strategi Starbucks pada
Tingkat Bisnis
·
Strategi Kompetitif
Starbucks menggunakan strategi diferensiasi dan Fokus.
Diferensiasi adalah tipe strategi kompetitif di mana organisasi berupaya
membuat produk atau jasa yang ditawarkannya berbeda dengan para pesaing. Dalam
hal ini, Starbucks mendiferensiasikan jasanya menjadi Retail Restoran, Retail
Kopi dan The, Minuman, dan Hiburan. Dengan produk unggulan, seperti,
Frappucino, biji kopi, Minuman Botol, Merchandise, Baked Goods, dan
Made-to-Order Beverages.
·
Sedangkan, strategi fokus adalah salah
astu tipe strategi yang menekankan pada konsentrasi terhadap suatu pasar
regional atau kelompok pembeli tertentu. Starbucks terfokus pada segmen
menengah ke atas.
v Lingkungan
Bisnis dan Lingkungan Manajemen Starbuckks
LINGKUNGAN BISNIS STARBUCKS
A.
Lingkungan Umum,meliputi :
·
Dimensi Internasional
Budaya ngopi sangat populer di kalangan masyarakat internasional.
Ditunjang dengan pengelolaan dan brand image yang memang sudah kuat, membuat
Starbucks mampu menembus pasar asing dengan mudah lewat strategi franchising
dan akuisisi. Bahkan Starbucks memiliki bargaining power yang sangat tinggi
dalam proses seleksi franchising.
·
Dimensi Teknologi
Starbucks menerapkan teknologi free wi-fi untuk mengakomodasi
kebutuhan para konsumennya, yang mayoritas berasal dari kalangan aktif. Selain
itu, Starbucks juga menerapkan penjualan on-line (di luar Indonesia).
·
Dimensi Sosial Budaya
Di kalangan masyarakat Eropa yang notabene beriklim dingin, budaya
ngopi adalah kebutuhan untuk menghangatkan tubuh. Terutama masyarakat di
Skandinavia yang telah dibuktikan oleh data statistic yang benar-benar akurat
sebagai Negara yang tidak mampu melepaskan kebiasaan minum kopi tertutama di
pagi hari. Desakan iklim tersebut menyebabkan tradisi minum kopi yang masih
dipelihara oleh kalangan masyarakat Nordic.
v Lingkungan
Tugas
·
Pelanggan
Pelanggan Starbucks mayoritas berasal dari kalangan aktif. Karena
Starbucks memberikan harga yang reasonable dan terjangkau untuk produk dan
kenyamanan yang ditawarkan, maka di Amerika seorang buruh pabrik mampu
menikmati segelas Vanilla Frappucinno seperti yang biasa dipesan oleh para
artis Hollywood.
·
Pesaing
Pesaing Starbucks adalah kedai-kedai kopi mewah lain seperti
Coffee Bean and tea Loaf dan Gloria Jean’s n Coffee. Terutama telah muncul
pesaing di Indonesia yang memberi diversivikasi lebih luas dengan logo mirip
yang hamper menyerupai Starbucks, yaitu J.Co.
·
Pasar Tenaga Kerja
Tidak ada persayaratan khusus untuk menjadi kraywan Starbucks.
Yang terpentinga adalah karyawan yang tanggap, siap bekerja keras, giat,
terampil dan ramah terhadap semua orang baik di lingkungan internal Starbucks
maupun pelanggan.
v Lingkungan
Internal
·
Budaya
Para pemimpin Starbucks sangat fokus membangun budaya perusahaan.
Starbucks memiliki program bernama Starbucks Experience, yaitu sebuah program
yang diterapkan pada karyawannnya. Inti dari program ini adalah bagaimana
memperlakukan customer dan partner kerja.
Selain itu, seluruh karyawan diharuskan untuk bisa meracik kopi bahkan
setiap pagi diadakan ritual coffe tasting,
sebuah ritual dimana para warga Starbucks saling meracik kopi dan
merasakan kopi buatan partnernya..
·
Karyawan
Tenaga kerja Starbucks terdiri dari beberapa jenis :
·
Part-Time Worker, merupakan pekerja
paruh waktu yang biasanya adalah anak-anak muda dan bertugas sebagai
front-liner (barista dan pelayan).Mereka yang terseleksi untuk menjadi mitra
paruh waktu Starbucksi ini harus mengikuti pelatihan selam seminggu tentang
visi-misi Starbucks, cara membuat kopi, dan melakukan pendekatan ke konsumen.
·
Full-Time Worker, merupakan tingkatan
di atas Part-Time Worker. Untuk mitra penuh waktu, pelatihan dilakukan selam 2
minggu, dan dilanjutkan dengan learning in store.
a)
Store Supervisor
b)
Store Manager
c)
Coffee Master, adalah para ahli kopi
yang ditempatkan di tiap store.
d)
Coffee Ambasador, adalah guru dari
para ahli kopi Starbucks(Rizqina,2017)
DAFTAR PUSTAKA
http://resvia-a-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-134659-Strategi%20dan%20Tata%20Kelola%20Strategi-Strategi%20Kompetitif%20Internasional.html (diakses pada tgl
28 mei 2019, jam 16.51)
http://mochamad-arya-seta-fisip14.web.unair.ac.id/artikel_detail-170311-Bisnis%20Internasional-Bauran%20Pemasaran%20Dalam%20Bisnis%20Internasional.html (diakses pada tgl
28 mei 2019, Jam 17.08)
http://best-pft.com/hambatan-strategi-pemasaran-bisnis-internasional/ (diakses pada tgl 28 mei 2019, jam 17.17)
https://rzqnia.wordpress.com/2017/09/19/starbucks-dalam-perencanaan-strategis/ (diakses pada tgl 28 mei 2019, jam 17.27)

Comments
Post a Comment