SISTEM MONETER INTERNASIONAL DAN KEKUATAN FINANSIAL
BISNIS INTERNASIONAL
Dosen Pengampu : Hapzi, Prof. Dr. MM
Disusun Oleh :
SHINDY DIANA FITRIYANI / 43117010044
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2019
MEMAHAMI SISTEM
MONETER INTERNASIONAL DAN KEKUATAN FINANSIAL
Evolusi Pengaturan
Moneter Dari Sistem Moneter Internasional
·
Sejarah Singkat : Standar Emas
Disebabkan oleh
kelangkaan dan kemudahan untuk diperiksa kemurniannya, emas sudah dipercaya sebagai media untuk menyimpan
kekayaan, tukar menukar, dan alat untuk mengukur nilai suatu benda.Sejak
sekitar tahun 1200 SM hingga saat ini, harga emas secara umum mengalami
kenaikan. Sejak zaman kuno hingga akhir abad ke-19, para pedagang internasional
menggunakan emas, koin emas dan perak.
Di tahun 1717,
Sir Isaac Newton, Seorang ahli matematika dan ahli uang koin asal Inggris,
menetapkan harga emas dalam mata uang
Inggris sebesar 3 pound sterling,17 shilling, 10,5 pence per ons, memosisikan
Inggris secara de facto sebagai penganut standar emas.
Kemudahan dari
standar emas merupakan kelebihan utama sistem ini. Disaat terjadi
ketidakseimbangan, transaksi akan dapat diperbaiki dengan arus emas kearah
surplus. Jumlah uang yang beredar akan mengalami peningkatan atau penurunan
sesuai arah yang ditunjukkan oleh arus emas. Emas juga tetap menjadi
“pelindung” bagi orang – orang yang mengkhawatrikan inflasi.
·
Sistem Bretton Woods
Sistem Bretton
Woods merupakan system moneter internasional yang berlaku pada tahun 1945
hingga tahun 1971, dengan nilai pari didasarkan pada emas dan dolar Amerika
Serikat. Sistem Bretton Woods, yang juga dikenal sebagai standar nilai tukar
emas dan nilai tukar tetap, yang resmi diberlakukan pada bulan Desember 1945
dan berperan sebagai basis system moneter internasional hingga tahun 1971.
Sistem baru ini
merupakan nilai tukar tetap di antara mata uang negara – negara anggotanya,
dengan nilai pari yang didasarkan pada emas dan dolar Amerika Serikat, yang
ditetapkan pada nilai 35 dolar per ons emas. Sistem Bretton Woods mendorong
terjadinya pertumbuhan perdagangan internasional secara substansial pada
periode tahun 1950-an hingga tahun 1960-an. Pada tahun 1969, Bretton Woods
telah berusaha membuat penyesuaian untuk menghindari krisis yang menghambat
dengan menciptakan aset cadangan internasional yang disebut drawing rights
(SDR) yang merupakan aset cadangan internasional yang dikeluarkan oleh IMF,
satuan hitung bagi IMF dan lembaga internasional lain.
·
Sistem Kurs Mata Uang Mengambang
Kurs mata uang
mengambang merupakan nilai tukar yang diperbolehkanmengambang terhadap mata
uang lain dan ditentukan berdasarkan kondisi pasar. Pada bulan Maret 1973, mata
uang utama mulai mengambang di pasar valuta asing, dan kurs mata uang
mengambang masih tetap berlaku. Perjanjian yang mendasari peraturan mengenai
sistem mengambang disetujui oleh anggota IMF setelah memahami kenyataan
tersebut pada pertemuan di Jamaika tahun 1976.
·
Pengaturan Mata Uang Saat Ini
Delapan kategori
pengaturan nilai tukar yang digunakan IMF saat ini untuk menggambarkan
bagaimana posisi mata uang sebuah negara terkait dengan mata uang dari negara
lain.
a) Pengaturan
pertukaran tanpa adanya mata uang resmi merupakan pemakaian mata uang negara
lain oleh suatu negara atau sekelompok negara yang memakai mata uang bersama.
b) Pengaturan
dewan mata uang menggambarkan komitmen legislative untuk menukar mata uang
dalam negeri ke mata uang negara tertentu dengan menggunakan nilai tukar tetap.
c) Pengaturan
nilai tukar tetap konvensional lain menggambarkan pematokan mata uang ketika
terdapat hubungan nilai tukar tetap dan dibolehkan adanya fluktuasai nilai
tukar di kisaran yang sempit di sekitar nilai tukar tersebut, tetapi tidak
lebih dari 1 persen.
d) Patokan nilai
tukar di dalam kisaran horizontal menggambarkan pengaturan yang ditetapkan
ketika dibolehkan adanya fluktuasi nilai tukar lebih dari 1 persen di sekitar
nilai tukar yang telah ditetapkan.
e) Crawling pegs
adalah pengaturan ketika mata uang disesuaikan ulang secara berkala pada suatu
nilai tertentu.
f) Crawling banks
menggambarkan penyesuaian ulang nilai tukar untuk mempertahankan margin
fluktuasi di kisaran nilai tukar yang terpusat
g) Kurs
mengambang yang dapat dikontrol tanpa adanya bagian nilai tukar yang ditentukan
sebelumnya menggambarkan suatu otoritas moneter yang secara aktif melakukan
intervensi ke pasar valas tanpa menjabarkan atau memberitahukan ke publik
mengenai tujuan dan tagetnya.
h) Kurs
mengambang bebas adalah pendekatan yang tergantung sepenuhnya ke pasar.
Ø Tujuan
Bank For Internasional Settlements (BIS)
Bank for Internasional Settlements
(BIS) dikenal sebagai lembaga keuangan paling aman di dunia. BIS adalah lembaga
internasional untuk bank-bank sentral yang dibuat untuk membangun kerja sama
antara bank-bank sentral tersebut untuk mencapai kestabilan moneter dan
keuangan. Bank-bank sentral negara industri maju bertemu setidaknya tujuh kali
dalam setahun di BIS untuk mendiskusikan system keuangan global.
Saat ini BIS
memiliki empat fungsi utama, yaitu sebagai bank untuk bank-bank sentral, forum
kerja sama moneter internasional, pusat riset, dan agen atau lembaga
kepercayaan pemerintah dalam berbagai pengaturan keuangan internasional.
Ø Dampak
Fluktuasi Nilai Mata Uang
Kekuatan
Finansial
·
Fluktuasi Nilai Mata Uang
Setelah adanya
sistem moneter Bretton Woods, mata uang yang mengambang bebas mengalami
fluktuasi satu sama lain. Di saat itu, bank-bank sentral melakukan intervensi
di pasar valuta asing dengan cara membeli atau menjual sejumlah besar mata uang
dengan tujuan mempengaruhi permintaan dan penaawaran dari mata uang tertentu.
Fluktuasi nilai
tukar berpengaruh pada biaya dan valuasi, sehingga merupakan faktor penting
dalam pengambilan keputusan perusahaan. Perubahan nilai tukar yang kentara dan
tiba-tiba telah mengalami peningkatan dalam sistem mengambang yang ada saat
ini. Perubahan itu dapat menyebabkan risiko dalam perusahaan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar meliputi permintaan dan penawaran mata
uang, suku bunga, tingkat inflasi, ekspektasi masa depan, dan kebijakan moneter
dan fiskal pemerintah.
Penyebab
Pergerakan Nilai Tukar
Sejak tahun 1973,
nilai relatif mata uang mengambang dan kemudahan konversinya telah ditentukan
oleh kekuatan pasar dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor ini
meliputi dasar permintaan dan penawaran mata uang, tingkat inflasi, dan ekspektasi
di masa depan. Kebijakan moneter dan fiskal pemerintah, seperti kebijakan
perpajakan, suku bunga, dan kebijakan perdagangan, serta kekuatan eksternal lan
dari bisnis, seperti kejadian-kejadian penting di dunia, seluruhnya memegang
peranan yang penting dalam proses ini. Kebijakan moneter pemerintah mengontrol
jumlah uang yang beredar, apakah bertumbuh, dan jika demikian, secepat apa hal
tersebut terjadi. Kebijakan fiskal mengacu pada pendapatan dan pengeluaran uang
oleh pemerintah.
Faktor yang menentukan
nilai tukar sangatlah luas dan bervariasi, sehingga ekonom belum mengembangkan
teori yang dapat diterima untuk menjelaskannya. Akan tetapi, sebagian besar
ekonom setuju bahwa inflasi, suku bunga, dan ekspektasi pasar memainkan peranan
utama dalam penetuan nilai tukar.
·
Proyeksi Nilai Tukar
Karena pergerakan
nilai tukar sangat penting bagi semua aspek bisnis internasional – produksi,
perolehan sumber daya, pemasaran, dan keuangan – banyak keputusan bisnis
mempertimbangkan faktor risiko pergerakan nilai tukar. Ada beberapa pendekatan
untuk melakukan proyeksi, dan tiga pendekatan yang paling sering digunakan
adalah pendekatan pasar efisien, pendekatan fundamental, dan pendekatan
teknikal.
Dalam pendekatan
pasar efisien, asumsi yang mendasarinya adalah bahwa harga saat ini
mencerminkan seluruh informasi relevan yang tersedia. Hal ini mengisyaratkan
supaya kita melihat kurs forward dan mengasumsikan bahwa mereka merupakan alat
prediksi yang terbaik untuk nilai tukar masa depan sebab mereka telah
mempertimbangkan seluruh informasi yang tersedia.
Pendekatan
fundamental merupakan sebuah cara untuk memprediksi pergerakan nilai tukar
dengan melihat faktor-faktor mendasar yang memiliki peranan untuk menentukan
nilai tukar dan mengembangkan berbagai model ekonometri yang berusaha untuk
menangkap variabel-variabel dan hubungan mereka.
Analisis teknikal
melihat sejarah dan kemudian memproyeksikannya ke depan. Model ini menganalisis
data-data historis untuk trend dan kemudian akan memproyeksi trend ini ke
depan, dengan asumsi bahwa masa lalu akan menjadi masa depan.
·
Kontrol Nilai Tukar Mata Uang
Pemerintah dapat
membatasi nilai tukar mata uangnya terhadap mata uang lain. Terdapat perbedaan
kontrol antara negara yang satu dengan negara yang lain dan bahkan di dalam
sebuah negara, tergantung pada jenis transaksinya. Secara umum, negara-negara
maju memiliki sedikit atau hampir tidak ada kontrol nilai tukar, akan tetapi
negara-negara ini adalah minoritas di dunia. Mayoritas negara-negara di dunia
memberlakukan beberapa bentuk kontrol nilai tukar. Kontrol ini membatasi jumlah
mata uang asing yang dibeli atau dijual di dalam negara tersebut. Pembatasan
ini dapat berbeda antara penduduk dan bukan penduduk dan mugkin akan membatasi
kemampuan perusahaan untuk membayar impor dan memulangkan keuntungan.
Pemerintah menetapkan kontrol nilai tukar untuk mengurangi turunnya cadangan
mata uang asing mereka.
Ø Pengaruh
Kekuatan Finansial seperti Pajak, Inflasi, dan Neraca Pembayaran terhadap
Perusahaan.
·
Perpajakan
Perpajakan
merupakan salah satu kekuatan finansial yang berdampak signifikan. Jika
perusahaan dapat memperoleh beban pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan
pesaingnya, perusahaan bisa menurunkan harga jual ke pelanggan atau memperoleh
pendapatan yang lebih tinggi, sehingga bisa membayar gaji dan deviden dalam
jumlah yang lebih besar. Pemerintah di seluruh dunia menggunakan tiga jenis
pajak untuk mendorong pendapatan: pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai
(PPN), dan potongan pajak (withholding tax). Pajak penghasilan adalah pajak
yang dikenakan secara langsung terhadap penghasilan individu atau perusahaan.
Pajak pertambahan
nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan terhadap nilai yang ditambahkan pada
barang seiring pergerakannya melalui
produksi dari bahan mentah hingga pembeli terakhir. Sebenarnya ini
adalah pajak penjualan dengan dokumentasi pembayaran dari satu tahap ke tahap
berikutnya dalam proses produksi merupakan sesuatu yang penting bagi pemotong
pajak, sebab penjual mengumpulkan pajak untuk barang yang dijual dan menerima
potongan untuk PPN yang telah dibayar sebelumnya dalam proses produksi.
Potongan pajak
(whithholding tax) adalah pajak tidak langsung yang dikenakan pada penghasilan
pasif (penghasilan seperti dividen, royalti, dan bunga) yang dibayarkan oleh
perusahaan kepada bukan penduduk, orang-orang, atau perusahaan di yurisdiksi
berbeda.
·
Tingkat Inflasi dan Bunga
Inflasi adalah
trend kenaikan harga. Beberapa ekonom menyatakan bahwa hal ini disebabkan oleh
permintaan yang melebihi penawaran, sementara pandangan lain menyatakan bahwa
penyebab inflasi adalah kenaikan pasokan uang yang beredar. Namun, seluruh
ekonom setuju bahwa dalam ekonomi yang terinflasi terdapat kenaikan harga.
Sebagian
pengukuran inflasi menggunakan indeks harga konsumen (IHK), perubahan harga
pada kelompok barang konsumsi tertentu. Inflasi adalah kekuatan finansial di
luar perusahaan yang berdampak pada perusahaan dalam beberapa hal. Tingkat
inflasi yang tinggi membuat perencanaan pengeluaran modal lebih berisiko.Peningkatan
inflasi mendorong pinjaman (utang) sebab pinjaman akan dilunasi dengan uang
yang terkena inflasi dan lebih murah.
Ø Peranan
Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
·
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran
(Balance of Payment – BOP) adalah catatan transaksi sebuah negara dengan
seluruh dunia. Data BOP diperlukan pebisnis internasional karena beberapa
alasan. Pertama, neraca pembayaran menunjukkan permintaan terhadap mata uang
sebuah negara. Jika ekspor sebuah negara lebih besar daripada impornya, permintaan
mata uang negara tersebut di negara lain menjadi tinggi karena digunakan untuk
membayar ekspor dari negara tersebut. Permintaan ini akan menekan mata uang
negara pengekspor yang nilai tukarnya diharapkan akan meningkat. Sebaliknya,
jika impor sebuah negara lebih besar dari ekspor, mata uang negara tersebut
berpotensi melemah, atau jika bukan merupakan mata uang dengan kurs mengambang,
akan mengalami devaluasi.
Trend BOP juga
membantu manajer untuk memprediksi perubahan lingkungan ekonomi apa yang mungkin
terjadi di sebuah negara. Prediksi ini dapat mempengaruhi pilihan strategi
risiko yang diambil di negara tertentu.(Eliska,2015)
Kritik : menurut
saya sistem kebijakan moneter internasional yang sekarang saat ini sudah mulai
membaik tetapi masih harus ada beberapa perubahan lagi yang lebih baik lagi
sehingga dapat berdampak positif terhadap kebijakan moneter internasional dan
kekuatan finansial lebih dikuatkan kembali karena dengan kekuatan finansial
yang ada dapat membantu negara membangun perekonomian bangsanya sendiri.
IMPLEMENTASI
Kasus Penetapan
Standar Emas dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Dampak dari depresiasi rupiah
terhadap Dollar ini amat dahsyat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk.
Kebijakan otoritas moneter yang menerapkan kebijakan uang ketat (tigh money
policy) untuk membendung pelemahan rupiah dengan menaikkan suka bunga memaksa
bunga pinjaman naik. Akibatnya proyek-proyek terhenti dan sejumlah
perusahaan-perusahaan gulung tikar. Dampak selanjutnya adalah terjadinya PHK
besar-besaran. Harga sembako dan juga barang-barang lainnya meningkat tajam
sehingga membuat rakyat semakin menderita
Analisis Kasus
Standar Emas dan Dampaknya Terhadap Perekonomian.
Nilai emas yang
relatif stabil memang mempermudah ketika emas di jadikan sebagai standar mata
uang internasional dan pembayaran internasional. Namun ganjalan yang ada selama
ini adalah mata uang AS yaitu dollar AS. AS yang mengklaim diri sebagai Negara
adidaya tidak mau jika mata uang mereka yaitu dollar digantikan oleh emas
(Dinar) sebagai standar pembayaran nasional. Hal ini agak aneh,padahal dari
data yang ada diatas, tampak jelas bahwa standar mata uang kertas banyak
menimbulkan dampak negatif.
Contohnya adalah
tingginya inflasi karena nilai mata uang kertas yang berfluktuatif dan dampak
positif dari emas adalah nilai emas yang tetap tinggi dan tidak berfluktuatif.
Selain itu, banyak juga yang mendaesak agar standar mata uang kembali ke emas.
para pakar perekonomian dunia memberikan saran untuk menjadikan emas sebagai
standar keuangan global. Cara ini mereka yakini sebagai jalan yang terbaik
untuk memulihkan dan mengembalikan stabilitas keuangan global.
Para pakar ini
mendorong negara-negara berkembang untuk menarik diri dari perekonomian global
dan melepaskan diri dari kapitalisme pasar bebas yang di setir oleh Amerika .
Pada umumnya para ekonom sadar bahwa sejak keruntuhan sistem kurs nilai tetap),
tidak ada lagi suatu sistem moneter internasional yang stabil dan memuaskan.
Disamping melibatkan isu-isu teknis yang penting dan rumit, solusi untuk
memecahkan permasalahan tersebut terkait erat dengan persoalan politik yang
sangat krusial. Isu tingkat nilai tukar tetap (fixed exchange rate) versus
tingkat nilai tukar fleksibel (flexible exchange rate) dan kaitannya dengan
masalah pengaturan sistem moneter internasional dianggap sebagai akar dari
masalah ini. Oleh karena itu masa depan sistem moneter internasional yang
stabil dan terintegrasi akan tetap diliputi oleh banyak pertanyaan sampai
masalah standar keuangan ini terpecahkan.(Jack,2012)
DAFTAR PUSTAKA
http://eliskamayorita.blogspot.com/2015/08/bisnis-internasional-kekayaan.html (diakses pada tgl 22 mei 2019, jam 00.30)
https://jackgankz.wordpress.com/2012/01/01/analisis-kasus-bisnis-internasional/n (diakses pada tgl 22 mei 2019, jam 01.09)

Comments
Post a Comment